Jumat, 26 Juni 2015

Home Industri : Pembuatan Peti Jenazah dan Contoh Design (By Maharani Coffin)

                Dewasa ini, produksi  Peti  Jenazah mulai menjadi daya tarik tersendiri di kalangan masyarakat sebagi salah satu profesi menguntungkan dengan tingkat persaingan rendah. Selain sedikitnya pesaing, produksi  Peti  Jenazah juga memiliki tingkat kerugian yang kecil melihat banyaknya pesanan yang dari tahun ke tahun meningkat berkat beragam relief maupun design yang semakin berkualitas. Terlebih  jika pemasaran dilakukan dalam kuota lokal maupun internasional. Sebagi contohnya dari Rumah Produksi  kami, Maharani Coffin yang bertempatkan di  Jepara telah meluaskan daerah pemasaran mulai dari Jepara, Jakarta, Semarang, Surabaya, Jogjakarta, Sulawesi, dan beberapa negara di Asia. Dari segi kayu yang kami gunakan antara lain Kayu Jati, Kayu Duren, Bengkirai, dan jenis lainnya. Dalam produksi, kami biasa menggunakan kayu – kayu pilihan tergantung pesanan dari client. Kami juga siap memproduksi Peti dengan design konsumen dalam kapasitas berapapun. Selain kualitas yang kami utamakan, kami juga mengedepankan kepuasan client dengan siap mengantarkan pesanan maupun menyimpannya sesuai tempo yang diinginkan konsumen. Dari segi harga, Peti produksi Maharani Coffin berani menawarkan harga yang bersaing dengan kualitas terjamin.
                Berikut adalah proses pembuatan Peti  Jenazah mulai dari Proses Pembelahan Kayu hingga Finishing :


1.       PEMILIHAN & PEMBELAHAN KAYU 



                                       Bilah – bilah kayu yang telah di pilih terlebih dulu




   

Kayu yang kami pilih berdasarkan pilihan client terdiri dari kayu yang berkualitas. Pembelahan kayu sendiri memiliki ukuran ketebalan yang berkisar antara 4cm hingga 12 cm, kecuali Peti jenis Siupan yang memiliki ketebalan tertentu. Proses Pembelahan dilakukan dengan menggunakan gergaji mesin dan alat – alat manual lainnya agar detail Peti terjaga. Dalam ukuran standar, biasanya ukuran Peti bisa mencapai 206 cm x 60 cm, sedangkan untuk ukuran jumbo bisa mencapai 206 cm x 70 cm. Namun, ukuran ini masih bisa berubah sesuai keinginan client.



2.       PERAKITAN

Setelah proses Pembelahan, bilah – bilah kayu yang telah dipilih selanjutnya dirakit dengan menggunakan perekat baik lem kayu maupun paku baja. Dipilihnya paku baja sebagai perekat karena selain kuat menahan retaknya kayu juga rapi dalam pemasangannya . Sedangkan lem kayu digunakan sebagai penempelan bagian – bagian tertentu.

                       

                       

                                                                   Proses Perakitan


3.       PENGUKIRAN

Sama seperti Proses Pembelahan, Proses Pengukiran pun masih dikerjakan dengan cara dan alat manual demi menonjolkan sisi estetika dari handmade. Pengukiran memiliki beberapa cara, ada yang langsung diukir setelah menjadi rakitan Peti maupun yang diukir dalam bentuk log. Biasanya, untuk motif relief yang lumayan sulit digunakan pengukiran dalam bentuk kayu masih log. Jenis relief yang diukir pada sisi – sisi luar Peti memiliki banyak pilihan, tergantung pada pemesannya. Setiap motif relief sendiri memiliki banyak peminat sebagai contoh motif naga, 8 Dewa, Bunga, Burung, Huruf – huruf China, Salib, dan masih banyak lagi. Selain relief, ada juga ornamen berlapis kuningan dan fiber maupun kayu sebagai pilihan lain sebagai hiasan luar Peti dengan berbagai bentuk antara lain ornamen dewa – dewi, malaikat bersayap, tulisan – tulisan china, kayu timbul, dsb.


                           

                           
     
Proses Pengukiran pada Peti yang sudah dirakit


 
Proses Pengukiran pada Peti dalam bentuk log

 
Pemasangan ornamen jenis kayu timbul



4.       FINISHING

Proses terakhir dari pembuatan Peti yaitu Finishing yang terdiri dari beberapa proses pengamplasan, pewarnaan, hingga pengkilapan Peti. Setelah hiasan Peti baik dalam bentuk ornamen, relief maupun gambar dipasang, maka pengamplasan guna memperhalus permukaan Peti dilakukan. Pengamplasan dikerjakan manual agar hasil amplasan merata dan sempurna. Untuk pengamplasan pertama dikerjakan dengan amplasan 80 baru kemudian pada pengamplasan kedua dengan amplasan 160. Selesai dengan pengamplasan, tahap selanjutnya adalah penyemprotan Peti dengan obat khusus guna mematikan pori – pori kayu bertujuan agar kayu tidak mudah lapuk maupun dimakan rayap. Selain itu juga agar proses pewarnaan mudah karena apabila pori – pori kayu masih ada akan membuat warna Peti berubah atau sulit dikerjakan.  Kemudian dilakukan pengamplasan lagi, disusul dengan proses pewarnaan, lalu di amplas  lagi sebagai penyempurna. Pembuatan Peti benar – benar selesai setelah penyemprotan bahan pengkilap untuk memperindah Peti dengan hasil yang sempurna.


 
 
Proses Pengamplasan




Proses Penyemprotan Obat Pembunuh Pori – pori


               
                                            Pewarnaan dasar  
                               

               

                                 Pewarnaan dengan Penyemprotan


               
Pewarnaan motif relief


Berikut ini adalah beberapa contoh Peti Jenazah yang sudah jadi dari berbagai macam design :








Beberapa contoh Peti Jenazah di atas hanyalah sebagian dari design kami, untuk lebih lengkap dan jelasnya hubungi :

Betty Bina Hari :                085 385 070 070
                                            085 201 151 115
Online      
facebook  : Alya Ghina

Gmail        : masterjungfx@gmail.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar